Selasa, 23 April 2019

Jangan Dimarahi, Begini Cara Tenangkan Anak Mengamuk di Tempat Umum

Terkadang, ketika sedang kelelahan dengan segala aktivitas, Anda memerlukan istirahat yang tenang sebagai penawar lelah. Atau mungkin, beberapa dari Anda meluangkan waktu di tempat perbelanjaan atau taman untuk menenangkan pikiran.

Jika Anda sudah menjadi orangtua, tentunya Anda mengajak anak pergi ke luar bersama. Hal tersebut dilakukan mungkin karena tidak ada yang menjaganya di rumah atau memang ingin mengajak sang buah hati berpergian.



Namun, terkadang anak kecil memiliki emosi tersendiri. Saat Anda sedang menikmati waktu di tempat umum, ia mengeluarkan emosi yang berlebihan. Perlakuannya ini biasa disebut dengan tantrum, keadaan saat anak menjadi sangat keras kepala dan meluapkan emosi.

Saat menghadapi anak yang sedang tantrum, Anda sebagai orangtua tentunya tidak boleh langsung menentang atau memarahinya atas emosinya tersebut. Anda memerlukan beberapa tahapan khusus untuk menenangkan mereka. Apa saja tahapan tersebut? Melansir dari Aha! Parenting, Rabu (9/1/2019), berikut Okezone rangkum cara untuk menangasi anak yang sedang tantrum:

1. Tenang

Jika Anda malah memarahi anak, ia akan menangis semakin parah. Bahkan, orang yang melihat Anda marah dapat berpikir negatif. Tugas Anda adalah menenangkannya. Oleh karena itu, cobalah menenangkan diri terlebih dahulu dan bersikap tenang. Hal ini juga dapat menjadi contoh untuk Anda.

2. Beri perhatian

Salah satu yang perlu diingat dalam keadaan ini adalah anak memerlukan perhatian. Jadi, jika Anda malah menyuruhnya untuk pergi atau meninggalkannya, hal itu akan membuatnya semakin kecawa. Oleh karena itu, cobalah untuk memberi perhatian lebih.

3. Pancing

Alih-alih menyuruhnya tenang, cobalah untuk memancingnya bercerita. Tanyakan kepada anak Anda apa yang membuatnya menangis atau marah. Hal ini dilakukan karena emosi dari anak Anda sangat beragam dan Anda harus menerimanya.

4. Koneksi

Hal ini sangat berguna untuk membuat anak tetap berpikir bahwa Anda tidak akan meninggalkannya. Beritahu dia kalau Anda akan bersamanya. Lalu, jika ia masih marah dan mengusir, beri tahu bahwa Anda akan menjauh akan tetapi akan terus berada di dekatnya.

5. Ajarkan

Jika ia sudah tenang, cobalah untuk mengajarkan sesuatu tentang emosinya. Anda juga dapat membuat pengingat-pengingat kecil untuk tetap mengingatkannya tentang emosinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar