Senin, 28 Agustus 2017

Perbankan di Bali Alami Gangguan Layanan ATM

Causa Iman Karana/dok.kabarnusa
DENPASAR - Terjadinya gangguan pada satelit Telkom 1 yang digunakan sebagai Jaringan Komunikasi Data (JKD) layanan ATM beberapa bank di Indonesia pada Jumat 28 Agustus lalu juga terjadi di Bali.

Bank yang menggunakan Jaringan Komunikasi Data (JKD) satelit Telkom 1 menjadi offline mengalami gangguan tersebut. Telkom menyatakan telah terjadi anomali yang berakibat pointing antena satelit Telkom 1 mengalami pergeseran sehingga semua transponder terganggu.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana mengungkapkan, perbankan di Wilayah Kerja KPwBI Bali pun tidak luput dari gangguan tersebut.

"Sekitar 11% dari seluruh ATM bank yang ada di Bali terkena dampak dari gangguan satelit Telkom 1 tersebut," tutur Iman dalam keterangan tertulisnya diterima Kabarnusa.com, Senin (28/8/2017).

Meski demikian, masyarakat tidak perlu panik. JKD layanan ATM perbankan terdiri dari satelit dan fiber optik. Umumnya Perbankan mempunyai backup JKD yang berfungsi apabila JKD Utama mengalami gangguan.

Perbankan di wilayah Bali segera mengantisipasi dampak dari gangguan satelit Telkom 1 tersebut. Beberapa bank segera melakukan contigency plan seperti menggunakan JKD backup dan berkoordinasi dengan Telkom untuk pemulihan gangguan.

"Sementara koneksi dialihkan dari satelit Telkom 1 ke satelit Telkom S3 atau satelit lainnya," tutur Iman.

Untuk transaksi tarik tunai dan transfer dana tetap dapat dilakukan. Apabila masyarakat menemukan ATM bank yang offline, masyarakat dapat melakukan tarik tunai dan transfer dana melalui ATM bank lain yang tergabung dalam jaringan ATM Bersama.

Terdapat bank yang membebaskan biaya tarik tunai dari ATM bank lain sehubungan dengan adanya gangguan ini. Selain itu, masyarakat juga dapat melakukan tarik tunai dan transfer dana melalui ATM yang ada di KC bank.

Umumnya ATM yang ada di KC bank menggunakan Fiber Optik untuk layanan ATM sehingga tidak terkena gangguan satelit Telkom 1. Masyarakat pun dapat melakukan transaksi tarik tunai dan transfer dana secara manual melalui teller.

Untuk itu, KPwBI Provinsi Bali terus memantau perkembangan pemulihan gangguan dengan berkoordinasi dengan KP BI dan perbankan yang ada di wilayah kerja KPwBI Provinsi Bali.

Estimasi perbaikan diperkirakan memakan waktu lima hingga 25 hari kerja untuk bank yang terdampak cukup signifikan. (gek)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar