Selasa, 29 Agustus 2017

Pangdam Udayana Temui Keluarga Pahlawan Brigjen Purn I Gusti Ngurah Rai

DENPASAR - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak ditengah kesibukannya menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke 72 Kemerdekaan Republik Indonesia, masih menyempatkan mengunjungi keluarga besar Pahlawan Nasional, Brigjen Pur I Gusti Ngurah Rai di kediamannya, Jalan Nangka, Denpasar Utara.

Pangdam menyampaikan rasa hormat dan penghargaan yang setinggi tingginya atas jasa-jasa dan dharma bhakti Pahlawan I Gusti Ngurah Rai kepada Negara dan Bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. 

"Semoga momentum yang baik ini juga akan dapat menjadi penanda bagi segenap generasi penerus bangsa, menjadikan nilai-nilai luhur perjuangan Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai sebagai suri tauladan dan pedoman bagi kita semua," ujarnya baru-baru ini.

Dikatakan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa jasa pahlawan. Orang bijak mengatakan “History Repeats Itself”.

Sejarah itu akan berulang kembali, hal yang pernah terjadi di masa lampau, suatu saat akan terjadi kembali dengan variasi yang berbeda tapi esensinya tetap sama.

Selain itu para pendahulu mengatakan hargai sejarah, tentara yang mengerti sejarah bangsanya maka dia akan selalu menjaga dan memelihara agar bangsanya tetap berdaulat dan disegani dunia.

Dengan mempelajari catatan sejarah, masyarakat akan lebih menghargai apa yang dimiliki sebagai bangsa. Betapa besar, perjuangan para pahlawan kita untuk merebut kemerdekaan dari penjajah, dengan pengorbanan harta dan nyawa.

"Semua itu harus kita sadari, hormati dan kita jadikan teladan dalam hidup, nilai-nilai yang harus terus diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya," imbuhnya.

Tidak saja bagi Prajurit TNI, tetapi juga bagi segenap warga masyarakat. Nilai-nilai yang tak akan pernah luntur oleh jaman, tak akan lekang oleh tantangan apapun.

Serangkaian pedoman dalam upaya mengabdikan diri kepada bangsa dan negara sesuai profesi masing-masing, serta terus menggelorakan semangat juang untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta menjaga tetap tegak kokohnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"I Gusti Ngurah Rai selain sebagai Pahlawan Nasional juga sebagai bapak, sebagai orang tua dan sebagai pendahulu Prajurit Praja Raksaka, Kodam IX/Udayana," tegas dia.

Dengan semangat patriotisme yang tinggi merasa terpanggil untuk mendharma bhaktikan jiwa dan raganya demi mengusir penjajah, oleh karena itu, patut menundukkan kepala, memberikan penghormatan dan penghargaan atas jasa-jasa yang telah dipersembahkan Ngurah Rai kepada Bangsa dan Negara.

Pangdam berharap semangat juang Ngurah Rai yang diabadikan berupa Patung Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai, di Monumen Carangsari, senantiasa dapat mengingatkan dan sekaligus memotivasi terutama generasi muda bangsa.

Memotivasi bagaimana meningkatkan rasa nasionalisme dan semangat kebangsaan, seraya terus berbuat yang terbaik, berani, tulus, ikhlas demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat untuk mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terus bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

"Kita sadari bahwa kemerdekaan Bangsa Indonesia tercapai berkat perjuangan para pahlawan, yang perlu dikenang dan dilanjutkan oleh generasi muda, orang-orang yang masih meragukan Pancasila menandakan mereka belum mengerti sejarah sehingga perlu diluruskan," sambungnya.

Dia menyampaikan, tentara harus dekat dengan pahlawan sehingga jiwa kepahlawanan akan terpatri dalam diri prajurit.

"Selaku tentara masa kini harus selalu dekat dengan para pahlawannya, karena dekat dengan pahlawan maka titisan nilai-nilai kepahlawanannya secara otomatis akan terpatri dalam diri prajurit," demikian Pangdam. (gek)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar